93. AN NUUR (Dzat Yang Maha Memberi Cahaya) Apabila seseorang didalam hatinya telah meyakini bahwa hanya Allah Ta’ala yang dapat memberikan manfaat dan mudhorat, maka Allah Ta’ala akan memberikan cahaya keimanan didalam hatinya dan mengizinkannya untuk menjadi orang yang beriman. Karena keimanan itupun harus mendapatkan izin dari Allah Ta’ala. Firman Allah dalam Surat Yunus (10) : 100 100. Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah Ta'ala. Dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. “Hanya Allah yang dapat memberikan manfaat dan mudhorat” memang mudah diucapkan dilisan, akan tetapi sangat sulit untuk diyakini didalam hati dan diamalkan dengan perbuatan. Oleh sebab itu diperlukan kesungguhan yang kuat, karena inilah syarat utama agar Allah Ta'ala mengizinkan kita menjadi orang yang beriman. Yaitu betul-betul meyakini bahwa hanya Allah Ta'ala yang dapat memberikan manfaat dan mudhorat. Apabila seseorang didalam hatinya masih banyak sekali yang dia yakini dapat memberikan manfaat dan mudharat selain Allah Ta'ala, maka selamanya dia tidak akan bisa menjadi orang yang beriman. Dan apabila dia tidak menjadi orang yang beriman, maka selamanya dia tidak akan bisa masuk kedalam syurga. Apabila kita telah meyakini bahwa hanya Allah Ta'ala yang dapat memberikan manfaat dan mudhorat, maka jangan sekali-kali kita berhenti hanya sebatas ini saja. Karena keyakinan yang demikian baru terhitung “setitik iman”. Oleh sebab itu hendaknya keyakinan yang baru setitik ini kita perbesar sehingga menjadi utuh (sempurna). Sedangkan bagaimana caranya? Rasulullah SAW bersabda : “Awawaluddin Ma’rifatullah. (Awal beragama adalah mengenal Allah Ta'ala)”. Didalam mengenal Allah Ta'ala kita tidak bisa mengenal secara DzatNya, karena Dzat Allah Ta'ala tidak bisa dilihat didunia. Akan tetapi yang bisa kita kenal adalah sifat dan perbuatan-Nya yang terangkum didalam Asma’ul Husna. Sehingga apabila kita telah mengenal Allah Ta'ala dengan sebenar-benarnya, maka kita bisa meyakini bahwa satu-satuNya Tuhan hanya satu yaitu Allah Ta'ala. Karena didalam hidup ini banyak sekali orang-orang yang sesat disebabkan mereka tidak mengenal Allah Ta'ala dengan sebenar-benarnya. Sesuai surat Al Hajj (22) : 73, 74 73. Hai manusia, telah dibuat perumpamaan maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. 74. Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak kita bisa membuang bahwa selain Allah Ta'ala ada yang dapat memberikan manfaat dan mudhorat, sehingga Allah Ta'ala memberikan cahaya keimanan kepada kita? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah ya Tuhan kami, masukkanlah kami kedalam golongan hamba-hambaMu yang beriman. C. Sikap Orang Beriman Orang-orang beriman sangat meyakini bahwa apapun yang dia terima didalam hidup ini adalah datangnya dari Allah Ta'ala. Dan apapun yang dapat dia lakukan adalah karena izin dan pertolongan Allah Ta'ala. D. Sikap Orang Bertaqwa Dia sangat bersyukur atas semua nikmat yang telah Allah Ta'ala berikan kepadanya, kemudian dia akan memanfaatkan pemberian-pemberian Allah Ta'ala tersebut untuk ketaqwaan (beramal sholeh). Dia tidak mau menggunakan pemberian-pemberian Allah Ta'ala untuk mendurhakai-Nya atau untuk kebutuhan hawa nafsunya. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar kiranya kami dapat membuang keyakinan bahwa selain Engkau ada yang dapat memberikan kemanfaatan dan kemudhoratan kepada kami. F. Sikap Orang Bertawakkal Apapun yang telah Allah Ta'ala berikan kepadanya akan dia gunakan sesuai dengan syareat yang telah ditentukan oleh Allah Ta'ala dan RasulNya. Setelah itu hasil apapun yang akan ditentukan Allah Ta'ala untuk dirinya, dia serahkan sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. Dan dia sangat berharap agar kiranya Allah Ta'ala berkenan menerima amal-amal sholehnya. G. Sikap Orang Mukhlis Dia akan menerima dengan ikhlas apapun yang diberikan oleh Allah Ta'ala kepadanya. Apakah Allah Ta'ala akan memberikan kekurangan atau kelebihan. Apabila menerima kekurangan dia terima dengan ikhlas dan bersyukur, karena dengan kekurangan itu dia bisa bertambah dekat dengan Allah Ta'ala dan bersabar. Begitupun juga apabila diberi kelebihan dia juga bersyukur, kemudian dia akan menggunakannya untuk melakukan ketaqwaan (amal sholeh). H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ An Nuur Apabila ia sudah menjadi kholifah, maka dalam kehidupannya ia hanya yakin bahwa hanya Allah yang bisa memberi manfaat dan mudharat. Ia akan berusaha dengan maksimal untuk bergantung hanya kepada Allah saja, dan ia akan membenci kemusyrikan, sehingga dalam hidupnya tidak satupun yang ia lakukan yang mengarah kepada kemusyrikan. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ An Nuur Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk dapat menjadikan manusia beriman. Agar manusia dapat mengetahui bahwa sesungguhnya mereka tidak akan selamat baik didunia maupun diakhirat kecuali mereka termasuk kedalam golongan orang-orang yang beriman.